<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Klinik Ustadz Syafiq</title>
	<atom:link href="http://msyafiq.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://msyafiq.wordpress.com</link>
	<description>Konsultasi Online Tentang Menghafal Al Qur'an dan Lainnya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Sep 2009 05:38:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='msyafiq.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Klinik Ustadz Syafiq</title>
		<link>http://msyafiq.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://msyafiq.wordpress.com/osd.xml" title="Klinik Ustadz Syafiq" />
	<atom:link rel='hub' href='http://msyafiq.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Bisnis Pendidikan Tahfizhul Qur’an</title>
		<link>http://msyafiq.wordpress.com/2009/06/30/bisnis-pendidikan-tahfizhul-qur%e2%80%99an/</link>
		<comments>http://msyafiq.wordpress.com/2009/06/30/bisnis-pendidikan-tahfizhul-qur%e2%80%99an/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 04:45:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>msyafiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://msyafiq.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Kabupaten Asahan dalah sebuah Kabupaten di Propinsi Sumatera Utara. Satu hal yang membuat Asahan istimewa adalah menjamurnya pusat pembinaan Tahfizhul Qur’an di daerah ini. Mulai dari yang didirikan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan, Pesantren Daar Al Uluum, Pesantren Bina Ulama dan Pesantren Darul Hikmah atau yang didirikan oleh Pengusaha seperti Yayasan Tahfizhul Qur’an H. Arfian dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=msyafiq.wordpress.com&amp;blog=2679383&amp;post=30&amp;subd=msyafiq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kabupaten Asahan dalah sebuah Kabupaten di Propinsi Sumatera Utara. Satu hal yang membuat Asahan istimewa adalah menjamurnya pusat pembinaan Tahfizhul Qur’an di daerah ini. Mulai dari yang didirikan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan, Pesantren Daar Al Uluum, Pesantren Bina Ulama dan Pesantren Darul Hikmah atau yang didirikan oleh Pengusaha seperti Yayasan Tahfizhul Qur’an H. Arfian dan Yayasan Tahfizhul Qur’an Haqqul Yaqin. Ada juga yang diprakarsai oleh masyarakat seperti Baitul Qira’ah di Air Joman dan Qira’atul Husna di Sei Kepayang.
</p>
<p>Sepertinya masyarakat Asahan sudah memahami betapa beruntungnya membuka bisnis pusat pendidikan Tahfizhul Qur’an. Bayangkan setiap Rp. 1,- yang dikeluarkan untuk membiayai bisnis tersebut memberikan untung 700 kali lipat, bagaimana jika Rp. 1 juta, 100 juta atau 1 milyar? Dan lebih hebat lagi, untung tersebut akan terus mengalir walaupun biaya yang diberikan dihentikan atau yang memberi biaya meninggal dunia. Disamping itu, menjalankan bisnis ini anda tidak akan memiliki lawan bisnis. Apa ada bisnis yang lebih menguntungkan daripada bisnis ini?</p>
<p>Seandainya seluruh pengusaha di Indonesia menyadari bisnis ini, pastilah kemurnian Al Qur’an semakin terjaga dan keberkahan akan menaungi negeri ini. Bukankah begitu janji-Nya? </p>
<p>Anda berminat membuka bisnis ini, konsultasikan di Klinik Ustadz Syafiq.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/msyafiq.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/msyafiq.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/msyafiq.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/msyafiq.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/msyafiq.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/msyafiq.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/msyafiq.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/msyafiq.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/msyafiq.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/msyafiq.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/msyafiq.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/msyafiq.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/msyafiq.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/msyafiq.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=msyafiq.wordpress.com&amp;blog=2679383&amp;post=30&amp;subd=msyafiq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://msyafiq.wordpress.com/2009/06/30/bisnis-pendidikan-tahfizhul-qur%e2%80%99an/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/20007a96368769a62e54ff5500a72a64?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">msyafiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menghafal Al Qur&#8217;an, Siapa Takut?</title>
		<link>http://msyafiq.wordpress.com/2008/08/05/menghafal-al-quran-siapa-takut/</link>
		<comments>http://msyafiq.wordpress.com/2008/08/05/menghafal-al-quran-siapa-takut/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 04:25:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>msyafiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://msyafiq.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu keistimewaan al-Qur’an adalah mudah dihafal di luar kepala, mudah diingat, dan juga mudah difahami. Allah berfirman: “Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (Al-Qamar [54]: 17). Ini karena dalam lafal-lafal al-Qur’an, struktur kalimat, dan ayat-ayatnya terdapat harmoni, keselarasan, dan kemudahan yang membuat ia mudah dihafal oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=msyafiq.wordpress.com&amp;blog=2679383&amp;post=13&amp;subd=msyafiq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu keistimewaan al-Qur’an adalah mudah dihafal di luar kepala, mudah diingat, dan juga mudah difahami. Allah berfirman:</p>
<blockquote><p><strong>“Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (Al-Qamar [54]: 17).</strong></p></blockquote>
<p>Ini karena dalam lafal-lafal al-Qur’an, struktur kalimat, dan ayat-ayatnya terdapat harmoni, keselarasan, dan kemudahan yang membuat ia mudah dihafal oleh mereka yang benar-benar ingin menghafalnya, memasukkannya ke dalam dada, dan menjadikan hatinya sebagai wadah al-Qur’an. Karena itulah kita dengan mudah menjumpai ribuan -bahkan puluhan ribu- orang-orang Muslim yang menghafal al-Qur’an. Kebanyakan mereka memulainya ketika masih kanak-kanak dan belum dewasa. Fenomena ini tidak dijumpai pada kitab-kitab yang lain, baik kitab suci agama maupun kitab biasa, tidak ada yang dihafal oleh sebegitu banyak orang.<span id="more-13"></span></p>
<p>Jika Anda mencari orang yang hafal kitab agama Nasrani (Injil), Anda tidak akan mendapati satu pun yang hafal kitab ini, baik seluruhnya, setengahnya, ataupun seperempatnya. Bahkan, dari kalangan orang-orang yang mengimani kitab tersebut sekalipun. Para pastor, rahib, pendeta, uskup, dan pimpinan katedral sekalipun tidak hafal kitab mereka itu.</p>
<p>Berbeda dengan al-Qur’an. Kita dengan mudah akan mendapati orang yang hafal al-Qur’an dengan baik, bahkan dari kalangan non Arab. Contohnya saudara-saudara kita di India, Pakistan, Bengal, Afganistan, Turki, Senegal, dan orang-orang keturunan Asia dan Afrika lainnya. Padahal mereka tidak bisa berbahasa Arab. Saya pernah menjadi juri dalam acara lomba hafal al-Qur’an yang diadakan di negara Qatar. Saya mendapati salah satu peserta yang sangat merdu dan lancar bacaanya, mirip kaset qira’ah. Tidak ada satu pun huruf yang terlewati dan tidak ada kalimat yang terlompati. Anehnya, ketika saya bertanya tentang namanya (dengan bahasa Arab), ia tidak bisa menjawab. Ternyata dia memang tidak bisa bahasa Arab. Ini semua adalah wujud nyata dari firman Allah:</p>
<blockquote><p><strong>“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunhan al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Al-Hijr [15]: 9).</strong></p></blockquote>
<p>Dalam ayat tersebut, Allah menjamin terpeliharanya al-Qur’an dengan bahasa yang tegas.<strong>[1]</strong> Salah satu cara pemeliharaannya adalah dengan menyiapkan orang-orang yang menghafalnya di luar kepala dari generasi ke generasi.</p>
<p>Saya sendiri (alhamdulillah) hafal al-Qur’an secara keseluruhan sebelum usia sepuluh tahun, dan mungkin lebih cepat dari itu. Di Bangladesh, saya mendapati seorang anak hafal al-Qur’an dalam usia sembilan tahun. Ketika saya menguji hafalannya, ternyata sangat baik dan kuat. Di Mesir, saya juga mendapati seorang anak hafal al-Qur’an dalam usia tujuh tahun. Hal ini saya saksikan dalam acara lomba hafalan al-Qur’an. Seorang dari mereka diundang ke Qatar dan mendapat penghormatan dari Menteri Pendidikan. Selanjutnya anak itu tinggal di sana selama beberapa tahun untuk keperluan belajar.<strong>[2]</strong> Saya juga mendapati seorang anak yang masih belia sudah hafal al-Qur’an di sebuah desa di Mesir, di dekat desa saya, Sijjin al-Kum.<strong>[3]</strong></p>
<p>Memang ada sebagian pakar pendidikan masa kini yang mengkritik hafalan al-Qur’an pada usia anak-anak, karena mereka menghafal sesuatu yang tidak mereka pahami. Tidak baik seseorang menghafalkan sesuatu yang tidak dipahaminya. Namun, kaidah ini tidak berlaku bagi al-Qur’an. Tidak masalah jika sese¬orang hafal al-Qur’an pada usia kanak-kanak, baru kemudian memahaminya ketika dewasa. Menghafal ketika masih kecil itu seperti menulis di atas batu, sebagaimana dikatakan orang bijak zaman dahulu. Jika ada yang berkata, “Orang dewasa itu lebih sempurna akalnya,” maka jawablah, “Namun dia juga mempunyai banyak kesibukan.” Kami juga menghafalnya secara keseluruhan ketika masih kecil. Allah memberikan manfaatnya kepada kami setelah kami dewasa.</p>
<p>Salah satu keistimewaan al-Qur’an adalah jelas dan mudah dihafal sebagaimana dijelaskan di depan, maka makna al-Qur’an secara garis besar juga bisa dipahami oleh orang dewasa, anak-anak, dan pelajar, bahkan orang yang tidak pandai baca tulis sekalipun. Masing-masing memahaminya sesuai kadar kemampuannya. Saya masih ingat ketika belajar al-Qur’an dulu, saya membaca kisah-kisah dan nasehat-nasehat al-Qur’an. Saya dapat menangkap pelajaran secara garis besar dari sana, meskipun saya tidak paham be¬berapa maknanya yang sulit, kalimat-kalimatnya, hukum-hukumnya, dan beberapa hal lainnya.</p>
<p>Satu hal yang masih saya ingat bahwa pada suatu hari saya membaca al-Qur’an di depan guru saya, Syeikh Haamid rahimahullah, surat ash-Shaffat yang di dalamnya terdapat kisah para nabi. Salah satunya adalah kisah Nabi Luth dan kaumnya yang dimurkai dan dibinasakan Allah dengan azab-Nya. Disebutkan di sana:</p>
<blockquote><p><strong>“Sesungguhnya Luth benar-benar salah seorang rasul. (Ingatlah) ketika Kami selamatkan dia dan keluarganya (pengikut-pengikutnya) semua, kecuali seorang perempuan tua (isterinya yang berada) bersama-sama orang yang tinggal. Kemudian Kami binasakan orang-orang yang lain. Dan sesungguhnya kamu (hai penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka di waktu pagi, dan di waktu malam. Maha apakah kamu tidak memi¬kirkan?” (Ash-Shaffat [37] &#8211; I33-138).</strong></p></blockquote>
<p>Saya membaca dua ayat terakhir seperti ini: <em>“Wa innakum latamurruuna `alayhim mushbihiina wabil layl, afalaa ta’qiluun.”</em> Saya langsung menyambung kalimat: <em>“mushbihiina wabil layl”</em> (di waktu pagi dan malam), tidak berhenti pada akhir ayat ke-137. Setelah berhenti pada lafal: <em>“wabil layl”</em>, baru saya lanjutkan membaca: <em>“afalaa ta’qiluun”</em> (Maka apakah kamu tidak memikirkan?).</p>
<p>Mendengar bacaan itu, Syeikh Haamid berkata, “Rupanya Allah telah membuka pemahamanmu.” Beliau pun lalu mengetahui kalau saya sudah mengerti makna ayat tersebut, yakni: <em>Sesungguhnya kamu (hai penduduk Mekah) benar-benar akan melalui jejak-jejak mereka (kaum Nabi Luth), baik pagi maupun petang, siang maupun malam.</em></p>
<p>Bahkan di antara kolega kami dari kalangan Nasrani juga ada yang ingin menghafal al-Qur’an, satu juz saja, atau kalau bisa lebih dari itu. Orang itu juga ingin anak-anaknya menghafal al-Qur’an sejak kecil. Hal ini seperti diceritakan sendiri oleh DR. Lukas Nizhami, seorang sastrawan dari Koptik Mesir, dalam pendahuluan bukunya yang terkenal, Muhammad: ar-Risalah war-Rasul. Ayahnya dahulu mengirimnya ke Swiss, kepada seorang Syeikh yang buta tetapi pandai membaca al-Qur’an. Sang ayah berpesan agar Syeikh itu mengajari anaknya al-Qur’an dan mengajamya hafalan sejak dini. Syeikh itu melaksanakan pesan itu.</p>
<p>Seorang pemimpin politik dari Koptik terkenal bernama Makram Ubayd juga hafal sebagian besar isi al-Qur’an. Ia sering mengutipnya dalam khutbah-khutbah, tulisan-tulisan, dan makalah-makalahnya. Kalimat-kalimat al-Qur’an membuat perkataannya menjadi enak, semakin elok, dan memberikan kekuatan tersendiri yang tidak ditemukan dalam kalimat-kalimat selain al-Qur’an.</p>
<p>Di antara manfaat menghafal al-Qur’an sejak usia kanak-kanak yang muncul dengan sendirinya adalah mudah untuk meluruskan lisan. Selain itu, juga sebagai pengenalan terhadap huruf-huruf serta cara membaca sesuai makhrajnya yang benar, tanpa harus mengalami kesulitan seperti yang dialami orang awam dan para pelajar dewasa. Sehingga, mereka tidak mengalami kekakuan pengucapan, tidak mengeluarkan lidah saat membaca huruf <em>tsa’</em>, <em>dzal</em>, <em>zha’</em>, dan sejenisnya. Tidak membaca <em>tafkhiim</em> (tebal) pada huruf-huruf <em>Izhhar</em> yang diketahui secara luas, seperti <em>kha’</em>, <em>shad</em>, <em>dhad</em>, <em>tha’</em>, <em>zha’</em>, <em>ghain</em>, <em>qaf</em>, dan lain-lain.<br />
Demikian juga akan membantu untuk mengetahui mana yang dibaca <em>tafkhiim</em> (tebal) dan mana yang <em>tarqiiq</em> (tipis). Termasuk juga cara membaca <em>lam jalaalah</em> (pada lafazh Allah), kapan ia dibaca <em>tafkhiim</em> dan kapan <em>tarqiiq</em>. Hal-hal inilah yang biasa kami ulang-ulang, sehingga lidah kami lunak sejak kecil karena menghafal al-Qur’an dan tajwidnya. Hingga akhirnya hal itu menjadi ciri khas kami.</p>
<p><strong>Nota Akhir</strong><br />
<strong>[1]</strong> Ketegasan itu terlihat dari pemakaian <em>Jumlah Ismiyah</em>, pemakaian lafal <em>“inna”</em> (sesungguhnya), dan pembubuhan huruf <em>“lam”</em> (ta’kid) pada lafal “lahaafizhuun”.<br />
<strong>[2]</strong> Anak itu adalah murid Badri Abu Zayd, dari kontingen hafizh kota Asyuth.<br />
<strong>[3]</strong> Di Iran juga ada seorang anak yang hafal al-Qur an pada usia tujuh tahun kurang beberapa bulan. Dia mengulang-ulang ayat-ayat al-Qur’an dalam hafalannya. Dialah Sayyid Muhammad Husain ath-Thaba’thaba’i yang pernah berkunjung ke Qatar pada bulan Muharram 1419 H (Mei 1998 M). Dia mendemontrasikan hafalan dan pemahamanya akan al-Qur’an hingga memukau seluruh hadirin. Dia pernah berkunjung ke tempat saya di Doha ditemani orang tuanya dan Dubes Iran. Saya sempat menguji hafalan dan pemahamannya akan al-Qur’an. Hasilnya sungguh mengagumkan.</p>
<p><em>Sumber: Menumbuhkan Cinta Kepada Al-Quran karangan Syaikh Yusuf al-Qaradhawi<!--more--></em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/msyafiq.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/msyafiq.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/msyafiq.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/msyafiq.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/msyafiq.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/msyafiq.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/msyafiq.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/msyafiq.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/msyafiq.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/msyafiq.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/msyafiq.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/msyafiq.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/msyafiq.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/msyafiq.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/msyafiq.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/msyafiq.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=msyafiq.wordpress.com&amp;blog=2679383&amp;post=13&amp;subd=msyafiq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://msyafiq.wordpress.com/2008/08/05/menghafal-al-quran-siapa-takut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/20007a96368769a62e54ff5500a72a64?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">msyafiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menghafal Al Qur&#8217;an Dalam 1000 Hari</title>
		<link>http://msyafiq.wordpress.com/2008/02/05/menghafal-al-quran-dalam-1000-hari/</link>
		<comments>http://msyafiq.wordpress.com/2008/02/05/menghafal-al-quran-dalam-1000-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2008 04:53:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>msyafiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://msyafiq.wordpress.com/2008/02/05/menghafal-al-quran-dalam-1000-hari/</guid>
		<description><![CDATA[Setiap harinya diwajibkan menghafal 1 halaman baru Setelah menghafal 5 halaman, maka pada hari ke enam mulailah mengulang dan demikian seterusnya sampai hafal 1 juz  Setelah hafal 1 juz, khususkan 4 hari untuk mengulang hafalan 1 juz tersebut Setelah hafal 5 juz, khususkan 10 hari untuk mengulang hafalan 5 juz tersebut Setelah hafal 10 juz, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=msyafiq.wordpress.com&amp;blog=2679383&amp;post=7&amp;subd=msyafiq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li><span style="font-family:'Book Antiqua';letter-spacing:1pt;">Setiap harinya diwajibkan menghafal 1 halaman baru</span></li>
<li><span style="font-family:'Book Antiqua';letter-spacing:1pt;">Setelah menghafal 5 halaman, maka pada hari ke enam mulailah mengulang dan demikian seterusnya sampai hafal 1 juz</span><span style="font-family:'Book Antiqua';letter-spacing:1pt;"><span> </span></span></li>
<li><span style="font-family:'Book Antiqua';letter-spacing:1pt;">Setelah hafal 1 juz, khususkan 4 hari untuk mengulang hafalan 1 juz tersebut</span></li>
<li><span style="font-family:'Book Antiqua';letter-spacing:1pt;">Setelah hafal 5 juz, khususkan 10 hari untuk mengulang hafalan 5 juz tersebut</span></li>
<li><span style="font-family:'Book Antiqua';letter-spacing:1pt;">Setelah hafal 10 juz, khususkan 15 hari untuk mengulang hafalan 10 juz tersebut</span></li>
<li><span style="font-family:'Book Antiqua';letter-spacing:1pt;">Setelah hafal 15 juz, khususkan 25 hari untuk mengulang hafalan 15 juz tersebut</span></li>
<li><span style="font-family:'Book Antiqua';letter-spacing:1pt;">Setelah hafal 20 juz, khususkan 30 hari untuk mengulang hafalan 20 juz tersebut</span></li>
<li><span style="font-family:'Book Antiqua';letter-spacing:1pt;">Setelah hafal 25 juz, khususkan 35 hari untuk mengulang hafalan 25 juz tersebut</span></li>
<li><span style="font-family:'Book Antiqua';letter-spacing:1pt;">Setelah hafal 30 juz, khususkan 45 hari untuk mengulang hafalan 30 juz tersebut</span></li>
</ol>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/msyafiq.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/msyafiq.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/msyafiq.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/msyafiq.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/msyafiq.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/msyafiq.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/msyafiq.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/msyafiq.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/msyafiq.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/msyafiq.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/msyafiq.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/msyafiq.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/msyafiq.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/msyafiq.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/msyafiq.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/msyafiq.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=msyafiq.wordpress.com&amp;blog=2679383&amp;post=7&amp;subd=msyafiq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://msyafiq.wordpress.com/2008/02/05/menghafal-al-quran-dalam-1000-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/20007a96368769a62e54ff5500a72a64?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">msyafiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hal-Hal Yang Dapat Menghalangi Hafalan</title>
		<link>http://msyafiq.wordpress.com/2008/02/05/hal-hal-yang-dapat-menghalangi-hafalan/</link>
		<comments>http://msyafiq.wordpress.com/2008/02/05/hal-hal-yang-dapat-menghalangi-hafalan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2008 04:49:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>msyafiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://msyafiq.wordpress.com/2008/02/05/hal-hal-yang-dapat-menghalangi-hafalan/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah kita mengetahui beberapa kaidah dasar untuk menghafal Al-Quran maka sudah sepantasnya bagi kita untuk mengetahui beberapa hal yang menghalangi dan menyulitkan hafalan agar kita dapat waspada dari penghalang-penghalang tersebut. Di antaranya: 1. Banyaknya dosa dan maksiat. Sesungguhnya dosa dan maksiat akan melupakan hamba terhadap Al-Quran dan terhadap dirinya sendiri. Hatinya akan buta dari dzikrullah. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=msyafiq.wordpress.com&amp;blog=2679383&amp;post=5&amp;subd=msyafiq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><tt><span style="font-size:12pt;font-family:'Book Antiqua';">Setelah kita mengetahui beberapa kaidah dasar untuk menghafal Al-Quran maka sudah sepantasnya bagi kita untuk mengetahui beberapa hal yang menghalangi dan menyulitkan hafalan agar kita dapat waspada dari penghalang-penghalang tersebut. Di antaranya:</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-size:12pt;font-family:'Book Antiqua';"></span></tt><span style="font-size:12pt;font-family:'Book Antiqua';"></span><span style="font-size:12pt;font-family:'Book Antiqua';"><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';"><span id="more-5"></span>1. Banyaknya dosa dan maksiat.</span></tt></span><span style="font-size:12pt;font-family:'Book Antiqua';"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Book Antiqua';"><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">Sesungguhnya dosa dan maksiat akan melupakan hamba terhadap Al-Quran dan terhadap dirinya sendiri. Hatinya akan buta dari dzikrullah.</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">2. Tidak adanya upaya untuk menjaga hafalan dan mengulangnya secara terus-menerus. Tidak mau memperdengarkan (meminta orang lain untuk menyimak) dari apa-apa yang dihafal dari Al-Quran kepada orang lain.</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">3. Perhatian yang berlebihan terhadap urusan dunia yang menjadikan hatinya tergantung dengannya dan selanjutnya tidak mampu untuk menghafal dengan mudah.</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">4. Berambisi menghafal ayat-ayat yang banyak dalam waktu yang singkat dan pindah ke hafalan lain sebelum kokohnya hafalan yang lama.</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">Kita mohon pada Allah Subhanahu wa Ta`ala semoga Dia mengkaruniakan dan memudahkan kita untuk menghafal kitab-Nya, mengamalkannya serta dapat membacanya di tengah malam dan di tepi siang. Wallahu a’lam bishawwab. </span></tt></p>
<p></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/msyafiq.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/msyafiq.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/msyafiq.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/msyafiq.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/msyafiq.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/msyafiq.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/msyafiq.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/msyafiq.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/msyafiq.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/msyafiq.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/msyafiq.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/msyafiq.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/msyafiq.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/msyafiq.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/msyafiq.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/msyafiq.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=msyafiq.wordpress.com&amp;blog=2679383&amp;post=5&amp;subd=msyafiq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://msyafiq.wordpress.com/2008/02/05/hal-hal-yang-dapat-menghalangi-hafalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/20007a96368769a62e54ff5500a72a64?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">msyafiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Menghafal Al-Quran Al-Karim?</title>
		<link>http://msyafiq.wordpress.com/2008/02/05/bagaimana-menghafal-al-quran-al-karim/</link>
		<comments>http://msyafiq.wordpress.com/2008/02/05/bagaimana-menghafal-al-quran-al-karim/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2008 04:48:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>msyafiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://msyafiq.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai seorang mukmin, kita tentunya berkeinginan untuk dapat menghafal Al-Quran dan setiap kita pasti memimpikan agar dapat melahirkan anak-anak yang hafal Al-Quran (hafidz/hafidzah). Berikut ini ada beberapa cara/kaidah dasar untuk memudahkan menghafal, di antaranya: 1. Mengikhlaskan niat hanya untuk Allah Azza wa Jalla. Memperbaiki tujuan dan bersungguh-sungguh menghafal Al-Quran hanya karena Allah Subhanahu wa Ta`ala [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=msyafiq.wordpress.com&amp;blog=2679383&amp;post=4&amp;subd=msyafiq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">Sebagai seorang mukmin, kita tentunya berkeinginan untuk dapat menghafal Al-Quran dan setiap kita pasti memimpikan agar dapat melahirkan anak-anak yang hafal Al-Quran (hafidz/hafidzah). Berikut ini ada beberapa cara/kaidah dasar untuk memudahkan menghafal, di antaranya: <span id="more-4"></span></span></tt><span style="font-family:'Book Antiqua';"></span></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">1. Mengikhlaskan niat hanya untuk Allah Azza wa Jalla.</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">Memperbaiki tujuan dan bersungguh-sungguh menghafal Al-Quran hanya karena Allah Subhanahu wa Ta`ala serta untuk mendapatkan syurga dan keridhaan-Nya. Tidak ada pahala bagi siapa saja yang membaca Al-Quran dan menghafalnya karena tujuan keduniaan, karena riya atau sumah (ingin didengar orang), dan perbuatan seperti ini jelas menjerumuskan pelakunya kepada dosa.</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">2. Dorongan dari diri sendiri, bukan karena terpaksa.</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">Ini adalah asas bagi setiap orang yang berusaha untuk menghafal Al-Quran. Sesungguhnya siapa yang mencari kelezatan dan kebahagiaan ketika membaca Al-Quran maka dia akan mendapatkannya.</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">3. Membenarkan ucapan dan bacaan.</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">Hal ini tidak akan tercapai kecuali dengan mendengarkan dari orang yang baik bacaan Al-Qurannya atau dari orang yang hafal Al-Quran. Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam sendiri mengambil/belajar Al-Quran dari Jibril alaihis salam secara lisan. Setahun sekali pada bulan Ramadhan secara rutin Jibril alaihis salam menemui beliau untuk murajaah hafalan beliau. Pada tahun Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam diwafatkan, Jibril menemui beliau sampai dua kali. </span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">Para shahabat radliallahu `anhum juga belajar Al-Quran dari Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam secara lisan demikian pula generasi-generasi terbaik setelah mereka. Pada masa sekarang dapat dibantu dengan mendengarkan kaset-kaset murattal yang dibaca oleh qari yang baik dan bagus bacaannya. Wajib bagi penghafal Al-Quran untuk tidak menyandarkan kepada dirinya sendiri dalam hal bacaan Al-Quran dan tajwidnya.</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';"></span></tt><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">4. Membuat target hafalan setiap hari.</span></tt><span style="font-family:'Book Antiqua';"></span></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">Misalnya menargetkan sepuluh ayat setiap hari atau satu halaman, satu hizb, seperempat hizb atau bisa ditambah/dikurangi dari target tersebut sesuai dengan kemampuan. Yang jelas target yang telah ditetapkan sebisa mungkin untuk dipenuhi.</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">5. Membaguskan hafalan.</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">Tidak boleh beralih hafalan sebelum mendapat hafalan yang sempurna. Hal ini dimaksudkan untuk memantapkan hafalan di hati. Dan yang demikian dapat dibantu dengan mempraktekkannya dalam setiap kesibukan sepanjang siang dan malam.</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">6. Menghafal dengan satu mushaf.</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">Hal ini dikarenakan manusia dapat menghafal dengan melihat sebagaimana bisa menghafal dengan mendengar. </span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">Dengan membaca/melihat akan terbekas dalam hati bentuk-bentuk ayat dan tempat-tempatnya dalam mushaf.</span></tt><span style="font-family:'Book Antiqua';"></span></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">Bila orang yang menghafal Al-Quran itu merubah/mengganti mushaf yang biasa ia menghafal dengannya maka hafalannya pun akan berbeda-beda pula dan ini akan mempersulit dirinya.</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">7. Memahami adalah salah satu jalan untuk menghafal.</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">Di antara hal-hal yang paling besar/dominan yang dapat membantu untuk menghafal Al-Quran adalah dengan memahami ayat-ayat yang dihafalkan dan juga mengenal segi-segi keterkaitan antara ayat yang satu dengan ayat yang lainnya. </span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">Oleh sebab itu seharusnyalah bagi penghafal Al-Quran untuk membaca tafsir dari ayat-ayat yang dihafalnya, untuk mendapatkan keterangan tentang kata-kata yang asing atau untuk mengetahui sebab turunnya ayat atau memahami makna yang sulit atau untuk mengenal hukum yang khusus. </span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">Ada beberapa kitab tafsir yang ringkas yang dapat ditelaah oleh pemula seperti kitab Zubdatut Tafsir oleh Asy-Syaikh Muhammad Sulaiman Al-Asyqar. </span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">Setelah memiliki kemampuan yang cukup, untuk meluaskan pemahaman dapat menelaah kitab-kitab tafsir yang berisi penjelasan yang panjang seperti Tafsir Ibnu Katsier, Tafsir Ath-Thabari, Tafsir As-Sadi dan Adhwaaul Bayaan oleh Asy-Syanqithi.wajib pula menghadirkan hatinya pada saat membaca Al-Quran.</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:'Book Antiqua';"></span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">8. Tidak pindah ke surat lain sebelum hafal benar surat yang sedang dihafalkan.</span></tt><span style="font-family:'Book Antiqua';"></span></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">Setelah sempurna satu surat dihafalkan, tidak sepantasnya berpindah ke surat lain kecuali setelah benar-benar sempurna hafalannya dan telah kokoh dalam dada.</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">9. Selalu memperdengarkan hafalan (disimak oleh orang lain).</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">Orang yang menghafal Al-Quran tidak sepantasnya menyandarkan hafalannya kepada dirinya sendiri. Tetapi wajib atasnya untuk memperdengarkan kepada seorang hafidz atau mencocokkannya dengan mushaf. Hal ini dimaksudkan untuk mengingatkan kesalahan dalam ucapan, atau syakal ataupun lupa. </span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">Banyak sekali orang yang menghafal dengan hanya bersandar pada dirinya sendiri, sehingga terkadang ada yang salah/keliru dalam hafalannya tetapi tidak ada yang memperingatkan kesalahan tersebut.</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">10. Selalu menjaga hafalan dengan murajaah.</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">Bersabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam :</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">"Jagalah benar-benar Al-Quran ini, demi Yang jiwaku berada di Tangan-Nya, Al-Quran lebih cepat terlepas daripada onta yang terikat dari ikatannya." </span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">Maka seorang yang menghafal Al-Quran bila membiarkan hafalannya sebentar saja niscaya ia akan terlupakan. Oleh karena itu hendak hafalan Al-Quran terus diulang setiap harinya. Bila ternyata hafalan yang ada hilang dalam dada tidak sepantasnya mengatakan: "Aku lupa ayat (surat) ini atau ayat (surat) itu." Akan tetapi hendaklah mengatakan: "Aku dilupakan."</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">11. Bersungguh-sungguh dan memperhatikan ayat yang serupa</span></tt><br />
<tt><span style="font-size:12pt;font-family:'Book Antiqua';"> </span></tt><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">Khususnya yang serupa/hampir serupa dalam lafadz, maka wajib untuk memperhatikannya agar dapat hafal dengan baik dan tidak tercampur dengan surat lain.</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">12. Mencatat ayat-ayat yang dibaca/dihafal.</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">Ada</span></tt><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';"> baiknya penghafal Al-Quran menulis ayat-ayat yang sedang dibaca/dihafalkannya, sehingga hafalannya tidak hanya di dada dan di lisan tetapi ia juga dapat menuliskannya dalam bentuk tulisan.</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">Berapa banyak penghafal Al-Quran yang dijumpai, mereka terkadang hafal satu atau beberapa surat dari Al-Quran tetapi giliran diminta untuk menuliskan hafalan tersebut mereka tidak bisa atau banyak kesalahan dalam penulisannya.</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">13. Memperhatikan usia yang baik untuk menghafal.</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">Usia yang baik untuk menghafal kira-kira dari umur 5 tahun sampai 25 tahun. Wallahu alam dalam batasan usia tersebut. Namun yang jelas menghafal di usia muda adalah lebih mudah dan lebih baik daripada menghafal di usia tua.</span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';">Pepatah mengatakan: Menghafal di waktu kecil seperti mengukir di atas batu, menghafal di waktu tua seperti mengukir di atas air. </span></tt><span style="font-size:12pt;font-family:'Book Antiqua';"><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';"></span></tt></span><span style="font-size:12pt;font-family:'Book Antiqua';"><tt><span style="font-family:'Book Antiqua';"></span></tt></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/msyafiq.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/msyafiq.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/msyafiq.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/msyafiq.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/msyafiq.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/msyafiq.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/msyafiq.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/msyafiq.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/msyafiq.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/msyafiq.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/msyafiq.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/msyafiq.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/msyafiq.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/msyafiq.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/msyafiq.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/msyafiq.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=msyafiq.wordpress.com&amp;blog=2679383&amp;post=4&amp;subd=msyafiq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://msyafiq.wordpress.com/2008/02/05/bagaimana-menghafal-al-quran-al-karim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/20007a96368769a62e54ff5500a72a64?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">msyafiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Assalamu&#8217;alaikum Wr. Wb.</title>
		<link>http://msyafiq.wordpress.com/2008/01/31/hello-world/</link>
		<comments>http://msyafiq.wordpress.com/2008/01/31/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jan 2008 04:45:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>msyafiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Al Qur&#8217;an adalah satu-satunya kitab suci yang masih terpelihara kemurniannya sampai dengan saat ini. Hal tersebut adalah karena Allah SWT menjadikan Al Qur&#8217;an tersimpan di hati para penghafalnya. Banyak muslim yang menginginkan dirinya atau keluarganya dapat menghafal Al Qur&#8217;an, namun mungkin tidak tahu bagaimana caranya. Melalui blog ini anda dapat berkonsultasi langsung dengan saya mengenai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=msyafiq.wordpress.com&amp;blog=2679383&amp;post=1&amp;subd=msyafiq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Al Qur&#8217;an adalah satu-satunya kitab suci yang masih terpelihara kemurniannya sampai dengan saat ini. Hal tersebut adalah karena Allah SWT menjadikan Al Qur&#8217;an tersimpan di hati para penghafalnya. Banyak muslim yang menginginkan dirinya atau keluarganya dapat menghafal Al Qur&#8217;an, namun mungkin tidak tahu bagaimana caranya. Melalui blog ini anda dapat berkonsultasi langsung dengan saya mengenai cara dan problematika menghafal Al Qur&#8217;an melalui email : m_syaf1q@yahoo.com</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/msyafiq.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/msyafiq.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/msyafiq.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/msyafiq.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/msyafiq.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/msyafiq.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/msyafiq.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/msyafiq.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/msyafiq.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/msyafiq.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/msyafiq.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/msyafiq.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/msyafiq.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/msyafiq.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/msyafiq.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/msyafiq.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=msyafiq.wordpress.com&amp;blog=2679383&amp;post=1&amp;subd=msyafiq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://msyafiq.wordpress.com/2008/01/31/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/20007a96368769a62e54ff5500a72a64?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">msyafiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
